Isi Buku Seindah Sakura di Langit Nusantara (edisi final)_ [KATA PENGANTAR]

Share on Social Networks

Share Link

Use permanent link to share in social media

Share with a friend

Please login to send this document by email!

Embed in your website

Select page to start with

Post comment with email address (confirmation of email is required in order to publish comment on website) or please login to post comment

2. S ejak awal masuk ke BPPT ia merasa cocok dengan lingkungan di Pengkajian Industri (PI) yang waktu itu saya pimpin, kemudian sdr. Suyoto pindah pada awal tahun 1992. Saat itu dia baru saja kembali dari Jawa Timur setelah mengikuti pembangunan proyek bendung karet di Kali Brantas. Saya langsung minta untuk membuat laporan mengenai bendung karet tersebut dan juga mengadakan presentasi internal BPPT. Dia cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Setelah menyelesaikan S2 dan S3 di Jepang serta meneruskan kariernya sebagai peneliti dan praktisi industri di sana. Saya tidak mendapatkan kabar lagi setelah itu. Saya menyambut dan mendukung bahwa dia akan menerbitkan buku yang berisi perjalanan hidupnya sampai akhirnya kembali ke tanah airnya. Saya menyayangkan ketidak-kembaliannya di BPPT setelah studi, tetapi juga apresiasi atas pencapaiannya selama di luar negeri yang membanggakan kita semua. Kami juga masih tetap menganggapnya sebagai anggota alumni PI-BPPT yang dibentuk oleh mantan anak-anak di PI, satu-satunya alumni BPPT yang terbentuk meskipun para anggotanya sudah tidak diikat oleh hubungan atasan-bawahan-kolega. Semoga sekembalinya Suyoto ke tanah airnya akan membawa manfaat untuk perkembangan teknologi dan industri di Indonesia. Bukunya sangat inspiratif dan bisa menambah motivasi bagi generasi muda bangsa kita. Jakarta, Mei 2015 Prof. Dr. Rahardi Ramelan Msc.ME. (Deputi Pengkajian Industri BPPT 1982—1993, Wakil Ketua Bappenas 1993—1998, Menristek/Kepala BPPT 1998, Menperindag/Kepala Bulog 1998—1999) “Anak Habibie” itu Telah Kembali 12

4. Vitamin Semangat dari Sebuah Inspirasi “Saya telah baca sambil banyak merenung kembali dan sedikit menitikkan air mata. Tetapi apakah buat orang lain, kira-kira bisa memberikan sesuatu juga ya? Menurut Teteh gimana?” P etikan email ini dikirimkan pada tanggal 22 April 2009 dari Negeri Sakura, Jepang. Tahun 2009 adalah waktu yang cukup panjang hingga kami terkoneksi kembali pada tahun 2015 dan saya membaca dengan tuntas memoarnya yang sarat inspirasi. Pada tahun 2009 kami sempat diskusi seolah tidak ada jarak antara kami. Baik jarak fisik antara Indonesia dan Jepang, hingga jarak hati karena kami sama sekali belum bertemu di darat. Kami hanya bertemu melalui email. Kami diskusi mengenai penulisan kisah hidup beliau yang akan dibuat menjadi sebuah buku biografi. Lalu, kami terpisah oleh waktu... Tahun berganti tahun, hingga sebulan ini saya kembali dikontak melalui email oleh beliau dan meminta berdiskusi secara langsung, “Saya sudah kembali ke Indonesia dan saya ingin diskusi dengan Teteh.” Kami bertemu dengan semakin kaya pengalaman beliau setelah hampir 6 tahun kami tidak berkirim kabar. Sungguh kaya inspirasi! Bagi saya sangat sayang jika pengalaman beliau tidak dibagikan pada semua pembaca. Kita akan belajar bagaimana memulai segalanya dari NOL, kita akan belajar tentang arti perjuangan yang sesungguhnya, kita akan belajar banyak hal dari buku ini. Seperti halnya Anda yang membaca buku, demikian juga saya yang mendampingi beliau menyelesaikan kisahnya satu demi satu. Saya seolah masuk ke dalam cerita. Bahkan saya sendiri sering bertanya dalam hati, “Sanggupkah saya jika ada dalam kondisi ini?” Belum tentu! Maka bagi saya, buku ini ibarat sebuah vitamin yang melesatkan semangat saya untuk bergerak lebih maju. Saya belajar banyak hal termasuk dari buku bergizi ini. Beliau yang mengajarkan banyak hal bagi kita semua, beliau adalah Bapak Suyoto Rais yang sangat luar biasa! Terima kasih untuk inspirasinya, Pak. Bandung, Mei 2015 Indari Mastuti (CEO Indscript Corp. dan Writing Coach ) 14

1. Benih-benih itu Mulai Berbunga Membaca buku “Seindah Sakura di Langit Nusantara” ini, saya ikut bangga dengan keberhasilan Sdr. Suyoto Rais, baik yang berkaitan dengan prestasi pendidikannya hingga lulus S3, maupun yang bertemali dengan perkembangan kariernya. Saya adalah pimpinan proyek beasiswa OFP, STAID, dan STMDP di mana Sdr. Suyoto tercatat sebagai penerima beasiswa angkatan 2.5 OFP (angka yang aneh). Untuk lulus program OFP, setiap calon harus melalui seleksi yang ketat, terutama untuk menepis kekhawatiran Bank Dunia dan OECF (pemberi pinjaman) bahwa akan banyak mahasiswa yang tidak berhasil menyelesaikan programnya. Namun, kenyataannya sangat membesarkan hati, yaitu sedikit sekali mahasiswa yang tidak selesai. S dr. Suyoto tergolong orang yang sangat independen dan mempunyai kemauan keras untuk maju. Setelah selesai S3, dia merasa bahwa ilmunya lebih baik diterapkan di luar negeri sambil berpikir apa yang bisa disumbangkan ke tanah airnya di kemudian hari. Selama di perantauan, ia juga berhasil menjadi pimpinan berbagai perusahaan Jepang. Syukurlah Sdr. Suyoto tidak melupakan tanah airnya. Walaupun masih bekerja di perusahaan Jepang, tetapi sekurang-kurangnya hal itu menggambarkan keinginannya yang kuat untuk membaktikan ilmu dan pengalamannya di tanah air. Saya harap Sdr. Suyoto tetap berpandangan ke depan dan senantiasa energik, guna meningkatkan kinerja perusahaannya. Saya juga berharap dia tetap meningkatkan pengetahuannya dan yang terpenting membangun tekad untuk berbagi ( share ), baik dalam hal pengetahuan maupun pengalamannya ke masyarakat ilmuwan, masyarakat industri, dan masyarakat pendidikan di Indonesia, serta lebih banyak berkarya di bidang sosial. Masih belum terlambat untuk melakukan semuanya itu, bagi seorang alumni OFP yang memiliki ilmu yang masih padat dan energi yang berlimpah. Selamat bekerja dan berbakti, semoga sukses selalu. Jakarta, Mei 2015 Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro (Pimpinan Proyek OFP periode 1985—1992, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993—1998) 11

3. Saatnya Bersinergi dan Berkarya IABIE (Ikatan Alumni Program Habibie/www.iabie.org) adalah ikatan alumni penerima Beasiswa Habibie melalui Program Overseas Fellowship Program (OFP), Science and Technology for Manpower Development Program (STMDP), Science and Technology For Industrial Development (STAID) dan PT. IPTN periode 1982—1996 di berbagai negara maju, seperti Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belanda, Australia, Jepang, Kanada, dan Austria. Beasiswa tersebut digagas oleh Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie pada saat masih menjabat sebagai Menristek dan dipimpin oleh Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro sebelum diangkat menjadi Mendikbud RI. Tujuannya untuk memperkuat lembaga-lembaga di bawah Kemenristek dan Badan Pengelolaan Industri Strategis (BPIS) kemampuan Indonesia dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi meningkat. I ABIE dideklarasikan pada 2 Agustus 2013 oleh para perwakilan alumni dan disaksikan sendiri oleh Prof. Dr. Ing. BJ Habibie sebagai pelindung. Tujuannya ntuk membangun network di antara para alumni yang berjumlah lebih dari 5.000 orang dan bekerja di pemerintahan, instansi penelitian, akademik, industri, dan lain-lain agar bisa lebih bersinergi serta berkarya untuk bangsa tercinta dengan keahlian masing-masing. Barangkali inilah ormas yang para anggotanya memiliki anugerah Tuhan yang luar biasa, yaitu kecerdasan di atas rata-rata dan keberuntungan mendapatkan beasiswa Habibie melanjutkan studi di negara-negara maju. Dan salah satu yang terbaik dan memiliki kisah yang patut dibukukan adalah Dr. Suyoto Rais. Dia benar-benar memulai perjuangan hidupnya dari bawah dan sekarang menjadi profesional global yang mampu duduk sama rendah dan berdiri lebih tinggi dari orang Jepang dan bangsa lainnya. Kami seluruh keluarga besar IABIE turut bangga dan berharap buku yang kaya akan inspirasi ini juga bisa menjadi salah satu bentuk kontribusi dari anggota IABIE. Sukses untuk Dr. Suyoto dan selamat membaca untuk semuanya! Jakarta, Mei 2015 Ketua Presidium — Ir. Irland Y. Muhammad, M.M. (Alumni OFP 1 Belanda), Arif Budi S., B.Eng., M.Eng. (Alumni OFP 3 Jepang), dan Dr. Yudi Adityawarman, BSEE., M.Sc. (Alumni STMDP 1 Amerika) Sekretaris Jenderal — Bimo Sasongko BSAE., MSEIE., MBA. (Alumni STAID 1 Amerika) 13

Views

  • 98 Total Views
  • 75 Website Views
  • 23 Embeded Views

Actions

  • 0 Social Shares
  • 0 Likes
  • 0 Dislikes
  • 0 Comments

Share count

  • 0 Facebook
  • 0 Twitter
  • 0 LinkedIn
  • 0 Google+

Embeds 1

  • 10 ijb-net.org