IJB-NET SIAP MENDUKUNG FTA-CENTER KEMENDAG RI


JAKARTA, Kementerian Perdagangan RI telah membentuk kantor pusat informasi perjanjian perdagangan bebas di lima kota di Indonesia atau Free Trade Agreement (FTA) Center. Lima kota tersebut antara lain  Jakarta, Bandung, Medan, Makassar dan Surabaya. Target utama dari adanya FTA Center adalah meningkatkan pemanfaatan atau utilisasi dari berbagai perjanjian FTA yang sudah dijalin untuk dapat dimaksimalkan oleh eksportir dalam negeri. Sehingga bisa menjadi  daya tawar yang lebih tinggi pada eksportir Indonesia disbanding importir di mancanegara.

Berkaitan dengan itu IJB-Net , setelah dideklarasikan pada tanggal 8 Agustus 2018, pengurus pusat IJB-NET pada tanggal 21 Agustus 2018, berkesempatan untuk bersilaturahim  dan penjajakan kerjasama untuk pengembangan ekspor Indonesia ke Jepang. Hadir dalam pertemuan tersebut dari pihak FTA Center  Ali Akbar, Tenaga Ahli bidang Akses Pembiayaan dan Tata Cara Ekspor. Aryoko Mohtar Tenaga Ahli bidang strategi promosi dan pemasaran, Surjadi tenaga ahli bidang implementasi hasil perjanjian perdagangan internasional serta Izzassi Staf sekretariat FTA Center.

Sedangkan dari rombongan IJB-NET dipimpin ketua umumnya langsung Suyoto Rais, Wakil Ketua Umum Nursyamsu Mahyuddin, Sekjen M Gunther Gemparalam, Wasekjen Salim Mustafa, Wakil bendahara Umum Ismail Rahim, Ketua Divisi I Christi beserta anggotanya Christo dan Harry. Hadir pula ketua divisi 3 Makmur Solahuddin, ketua divisi 5 Bambang Tri, serta  Direktur Eksekutif IJB-NET Solihin.

Acara dimulai dengan pengenalan personil FTA-Center. Kemudian tim FTA menyampaikan dan menerangkan apa itu FTA Center juga disampaikan hal-hal yang dimungkinkan untuk kerjasama ke depan antara IJB-NET dan FTA Center. Pihak FTA-Center sendiri menyambut baik pertemuan ini dan berharap ke depan dapat terjalin kerjasama dengan IJB-NET. 

Saat ini, perjanjian perdagangan bebas yang telah dijalin Indonesia dengan berbagai negara tidak banyak  diketahui dan dipahami secara baik oleh pengusaha dalam negeri. Kadang-kadang informasi itu malah datang dari importirnya. Jadi eksportirnya di Indonesia dihubungi oleh importirnya. Bahkan kerap kali eksportir dalam negeri di minta melengkapi dokumen agar tidak dikenakan tarif. Importir disebut lebih paham preferensi tarif ketimbang pengusaha Indonesia sebagai eksportir.

Jadi dengan adanya FTA-Center berharap jangan importirnya yang lebih banyak tahu. Sebaiknya eksportir kita  yang harus lebih banyak tahu, sehingga kita punya posisi tawar lebih baik. FTA Center ini lebih mengajak untuk melihat bahwa pasar luar negeri ini sebagai pasar Indonesia.  Tiap FTA Center KEMENDAG akan memiliki tiga orang Tenaga Ahli atau Konsultan yang memiliki keahlian di bidang masing-masing yang dapat meningkatkan eksportir ketika berdiskusi menanyakan berbagai hal terkait ekspor.

Selain mendorong pemanfaatan skema kerja sama perdagangan internasional, FTA Center ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemudahan ekspor dan fasilitasi perdagangan, serta mendorong para pengusaha untuk melakukan ekspor dan mencetak para eksportir baru. FTA melakukan kegiatan edukasi atau sosialisasi, konsultasi dan advokasi pemanfaatan hasil perundingan perdagangan Internasional kepada para pelaku maupun calon eksportir.

Setelah pengenalan Tim FTA-Center  kesempatan berikutnya adalah pengenalan jajaran pengurus IJB-NET. Pengenalan  pengurus  IJB-NET yang dipandu oleh ketua umum Suyoto Rais. Menurut Suyoto Rais pertemuan ini merupakan langkah awal untuk mendukung peningkatan ekspor ke Jepang. Pemerintah, industri, akademisi, asosiasi, media dan pihak-pihak terkait harus saling bergotong royong sesuai posisi dan peran masing-masing.

“Khusus dengan Jepang, untuk komoditi non-migas kita masih defisit, jumlah impor lebih banyak dibanding ekspor. Keberadaan FTA Center diharapkan bisa memperbaiki kondisi ini, dan IJB-Net siap mendukung diawali dengan berdiskusi pada hari ini,” Ujar Suyoto.

Lebih jauh Suyoto menambahkan, IJB-Net memiliki jaringan di Indonesia dan Jepang, baik buyer maupun produsen. Juga pakar dan praktisi berbagai bidang yang tergabung sebagai Penasehat, Pengurus, Anggota dan Konsultan Eksekutif. Jaringan itu semakin membesar dari hari ke hari. Kalau diperlukan, ini bisa dikolaborasikan dengan pihak-pihak yang membutuhkan, termasuk FTA Center.

Dalam pertemuan perdana ini disepakati akan adanya MoU antara FTA-Center atau yang mewakilinya dengan IJB-NET. Adapun bidang yang disepakati untuk di kerjasamakan meliputi:

  • Mendorong pelaku UMKM untuk dapat menembus pasar ekspor

  • Memudahkan akses teknologi Jepang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Indonesia

  • Terselenggaranya kegiatan Business Matching yang saling menguntungkan untuk Indonesia dan Jepang

  • Coaching Clinic dengan tema How to ekspor Japang.

Acara diakhiri dengan diskusi ringan seputar hubungan Indonesia Jepang, juga hal-hal lain terkait dengan peningkatan upaya ekspor ke Jepang

#bangunsolusiindonesia